Kamis, 12 Januari 2017

Sebuah Catatan di Awal Tahun 2017: Rencana Tuhan Pasti Lebih Indah

Dear my blog,
Tahun 2016 sudah berlalu. Banyak hal yang telah terjadi selama setahun ini. Alhamdulillah semua bisa terlampaui dengan penuh rasa sabar dan syukur. Dalam kesempatan ini, Saya hanya bisa mengucapkan rasa syukur sebanyak-banyaknya kepada Allah Swt atas segala nikmat yang telah diberikan dari jalan dan cara yang tidak disangka-sangka. Perjalanan hijrah Saya selama kurang lebih 12 tahun ini membuat diri ini masih merasa tidak pantas menerima semua nikmatNya. Terkadang ketika bangun sepertiga malam, dan teringat akan masa lalu, rasanya ingin selalu meneteskan air mata. Tangisan penuh rasa syukur karena Saya tidak bisa membayangkan apa jadinya Saya sekarang ini bila tidak segera memutuskan untuk berhijrah. Tentunya Saya yakin bahwa dibalik perjalanan hijrah Saya adalah karena do'a dari Bapak dan Ibu yang juga selalu memberikan nasehat-nasehatnya kepada Saya dengan penuh kesabaran dan rasa kasih sayang. Meskipun saat ini Saya masih merasa belum menjadi pribadi yang baik, Saya berusaha untuk terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari dalam kehidupan yang sangat singkat ini. Saya tidak peduli bagaimanapun penilaian orang lain terhadap Saya karena tujuan Saya adalah hanya mencari ridho Allah Swt. 
Selama perjalanan hijrah ini, memang apa yang Saya rencanakan tidak semua berjalan sesuai yang diharapkan. Namun, Saya meyakini bahwa dibalik semua rencana itu, Tuhan memiliki rencana lain yang pasti lebih indah. Alhamdulillah akhir tahun 2016 ini, Saya bisa berbagi motivasi pengalaman kehidupan dalam sebuah tulisan Buku Antologi yang berjudul "Takdir Tuhan Lebih Indah dari Mimpimu" bersama Mas Rifa'i Rif'an, dkk yang diterbitkan oleh Penerbit Marsua Media (Lamongan). Mudah-mudahan tahun 2017 ini, Saya bisa lebih produktif lagi menulis buku hingga sampai pada target buku ke 5 sebelum menikah. Ciyee penasaran ya Saya menikah dengan siapa?? tunggu saja yaa. Ndak usah kepo deh. Banyak keajaiban-keajaiban yang terjadi setelah Saya memutuskan untuk berhijrah. Saya penasaran keajaiban-keajaiban apa yang akan terjadi selanjutnya khususnya pada tahun 2017 ini. Saya yakin bahwa Rencana Tuhan Pasti Lebih Indah seperti kisah cerita dalam tulisan Saya di bawah ini. Mudah-mudahan bermanfaat. Selamat membaca.

“Ketika mengalami kegagalan maka kita sedang diajarkan arti dari sebuah kesabaran karena jika suatu saat keberhasilan datang maka kita akan mensyukuri indahnya perjuangan serta menyadari bahwa rencana Tuhan pasti lebih indah dari yang kita harapkan, bayangkan, dan mimpikan~Febri Taufiqurrahman.”
Setiap manusia memiliki sebuah mimpi. Dengan mimpi maka manusia akan terus memiliki harapan. Dan hanya dengan harapanlah maka manusia terus berusaha dalam menjalani kehidupan. Pun begitu pula dengan Saya yang kala itu memiliki mimpi untuk masuk ke salah satu SMA favorit, namun mimpi itu pun kandas. Kegagalan tersebut membuat Saya down dan putus asa. Masih tidak percaya karena Saya yang dari SD juara hingga bisa masuk ke SMP favorit, pada akhirnya tidak bisa masuk dan melanjutkan ke SMA favorit di Kota Kediri. Bahkan pada waktu itu Saya sampai sempat marah dan menganggap Allah tidak adil.
          Seiring berjalannya waktu, pada suatu ketika Saya membaca sebuah buku di perpustakaan sekolah. Kemudian dari buku itu Saya menemukan sebuah Ayat dalam Surah Al-Baqarah Ayat 222 “Allah menyukai orang yang bertaubat lagi mensucikan diri”. Semenjak itulah Saya memutuskan untuk berubah dan berhijrah. Saya menyadari bahwa Allah menempatkan Saya di SMA ini pasti ada rencana lain. Ternyata benar, Saya terpilih menjadi Ketua OSIS dan dikirim untuk mewakili Kota Kediri dalam Pertemuan Ketua OSIS SMA Se Jawa Timur di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Selama menjadi Ketua OSIS, Saya bersama teman-teman membuat sebuah gebrakan baru untuk kegiatan-kegiatan OSIS yang revolusioner.
Ketika masuk kuliah, Saya pun gagal kuliah di jurusan kedokteran yang Saya inginkan dan akhirnya kuliah di jurusan Sastra Inggris di Universitas Diponegoro Semarang. Ternyata benar, ada rencana Tuhan dibalik semua kegagalan Saya. Pada tahun ketiga kuliah, Saya terpilih menjadi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Hal yang tidak pernah Saya bayangkan dan rencanakan. Menjadi Ketua OSIS dan Presiden BEM adalah rencana Tuhan yang lebih indah daripada yang Saya mimpikan.
“KEGAGALAN adalah cara Tuhan mengajarkan kepada kita tentang arti indahnya perjuangan dalam kesabaran dan keyakinan kepada Tuhan bahwa KEBERHASILAN akan datang seperti indahnya pelangi setelah hujan~Febri Taufiqurrahman.”
Singkat cerita, setelah lulus S1, Saya melanjutan studi S2 Magister Ilmu Linguistik di Universitas Indonesia. Selama kuliah tersebut Saya tidak menyangka bisa dilibatkan dalam sebuah penelitian Tim Peneliti Bahasa Kreol Tugu Laboratorium Leksikologi Leksikografi Departemen Linguistik Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Dari penelitian itulah, Saya bersama tim diundang untuk menghadiri pertemuan The First Asian Portuguese Community Conference di Malaka, Malaysia. Setelah lulus S2, kemudian Tuhan mentakdirkan Saya untuk melanjutkan studi Program Doktor (S3) Ilmu Linguistik di Universitas Indonesia dan mendapatkan Beasiswa Unggulan Kemendikbud RI 2016. Dalam benak Saya, mungkin Tuhan tidak menghendaki Saya menjadi dokter, melainkan InsyaAllah menjadi seorang doktor dalam usia yang masih relatif muda dan single (bukan jomblo ya, hehe). Tapi mudah-mudahan nanti sewaktu ujian terbuka doktor sudah ada kamu yang mendampingi. Iya kamu yang akan menjadi takdirku, istriku, dan ibu yang hebat dari anak-anaku. Disitulah Saya semakin yakin bahwa rencana Tuhan jauh lebih indah dari yang Saya mimpikan.
          Gambaran cerita di atas bukanlah bermaksud untuk menunjukkan kehebatan diri Saya kepada para pembaca, melainkan Saya hanya ingin berbagi bagaimana proses yang Saya jalani selama ini sampai kepada titik tersebut. Kegagalan demi kegagalan Saya lewati dengan penuh kesabaran dan keyakinan bahwa ini semua adalah proses yang harus Saya jalani untuk menggapai apa yang Saya mimpikan. Setiap ikhtiar yang Saya lakukan pasti diiringi dengan doa penuh harapan kepada Tuhan. Setiap malam rutin membaca Surah Al Waqi’ah dan setiap setelah Shubuh rutin membaca Surah Ar Rahman (husst, ini amalan rahasia yaa, jangan disebarkan, hehe).  Kita harus yakin bahwa Tuhan tidak mungkin mengabaikan meskipun orang-orang disekitar merendahkan dan meremehkan tentang apa yang kita mimpikan.
“Jika mimpi kita diremehkan dan ditertawakan maka itu adalah suatu pertanda bahwa mimpi kita akan menjadi kenyataan~Febri Taufiqurrahman.”
          Tak usah pedulikan omongan miring mereka di belakang karena itulah alasan kenapa Tuhan menempatkan mereka selalu di belakang dan sementara kita berada di depan melangkah dengan penuh kesabaran, keberanian dan kepastian untuk meraih mimpi, cita-cita dan impian. Yang harus kita lakukan adalah terus berusaha dengan disertai do’a dan keyakinan bahwa suatu saat nanti mimpi kita akan jadi kenyataan karena rencana Tuhan pasti lebih indah dari yang kita bayangkan, harapkan, dan mimpikan. Just wait, look, and see with believing in Allah Swt. 

Senin, 03 Oktober 2016

Rencana Tuhan Pasti Lebih Indah "Just Believe in Allah Swt"

Dear my blog,
Alhamdulillah sudah memasuki  tahun baru 1438 H. Ini berarti masuk tahun ke 12 dari Saya memutuskan untuk berhijrah. Saya sangat bersyukur sekali karena Allah Swt masih memberikan kesempatan kepada Saya untuk hidup sehingga dapat menebus kesalahan-kesalahan di masa lalu dengan berhijrah 11 tahun ini. Bagaimana proses berhijrah Saya sudah pernah Saya tuliskan dalam blog ini, maka pada kali ini Saya hanya akan sedikit bercerita tentang bagaimana Allah Swt memberikan balasan ataupun mengabulkan doa dengan cara yang lebih indah setelah berhijrah. 
Awal tahun baru ini, Allah Swt memberikan nikmat, karunia, dan anugerahNya dari jalan yang tidak disangka. Tepat tanggal 30 September 2016, Saya telah resmi dinyatakan sebagai penerima Beasiswa Unggulan (BU) Kemendikbud 2016 untuk Program Doktor Ilmu Linguistik di Universitas Indonesia. Entah bagaimana Saya sampai pada hari itu  karena pada awalnya Saya belum berencana untuk mengambil studi S3 tahun ini tapi nanti pada tahun 2017 dengan mengajukan beasiswa LPDP dulu ke Leiden University. Namun, Allah Swt berkehendak lain. Pada saat hari-hari terakhir pendaftaran ujian masuk (SIMAK) UI untuk S2 dan S3, Saya baru tahu informasinya, kemudian langsung mendaftar, ikut tes SIMAK UI wilayah Surabaya, dan dinyatakan lolos. Pada waktu itu Saya belum mendapatkan beasiswa. Namun, kemudian orangtua bilang bahwa jangan khawatir masalah biaya kuliah karena itu adalah tanggungjawab orangtua. Meskipun dengan hati berat, Saya pun membayar Biaya Operasional Persemester (BOP) pada semester 1 sebesar 9,5 juta dan Dana Pembangunan sekitar 10juta maka total 19,5juta harus Saya bayarkan melalui ATM ke Universitas Indonesia. Besar memang dan berat rasanya ketika Saya membayarnya dengan menggunakan uang orangtua. Namun, orangtua Saya berprinsip bahwa biaya sekolah adalah tanggungjawab orangtua dan lebih baik menginvestasikan uang tersebut untuk pendidikan anak sampai akhir daripada meninggalkan uang tersebut dalam bentuk deposit sebagai harta warisan yang suatu saat nanti pasti bakal habis juga. Itulah prinsip orangtua Saya selama ini. Oleh karena itu, mengapa Ibu Saya mempunyai mimpi kalau anak-anaknya nanti harus sekolah sampai akhir, khususnya Saya sebagai anak pertama yang diharapkan agar bisa menjadi Doktor Muda sebagi contoh adek-adeknya kelak. Kata Ibu kepada anak-anaknya, "Meskipun Ibu cuman tamatan PGA (setingkat SMA/MA) tapi Ibu ingin menyekolahkan kalian sampai S3."
Meskipun demikian, Saya sebagai anak pertama merasa bahwa berat kalau kuliah S3 ini full beaya orangtua karena Saya juga memiliki 3 adik yang masih sekolah. Untuk itu Saya berusaha mencari informasi tentang beasiswa. Pada waktu itu terlintas untuk mendaftar beasiswa LPDP. Namun, karena LPDP harus mendaftar dulu 6 bulan sebelum kuliah maka Saya tidak bisa mendaftar karena sudah diterima kuliah. Kemudian Saya mencoba memutuskan untuk mendaftar Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2016. Ketika Saya membuka webnya, ternyata sedang dibuka untuk Batch 2. Beasiswa Unggulan (BU) dibuka setahun 2 kali. Jadi Saya mendaftar pada gelombang terakhir. Untuk melengkapi berkas-berkas, kemudian Saya ke Depok untuk meminta rekomendasi kepada Dosen Pembimbing, Guru Besar, dan Ketua Departemen Linguistik FIB UI. Kemudian Saya juga ke Semarang untuk meminta rekomendasi dari Pak Dekan FIB Undip yang pada waktu itu Saya diminta ke rumah beliau, dan kami berbincang sampai jam setengah 12 malam. Surat rekomendasi selesai. Sekarang sertifikat prestasi juara nasional dan internasional. Ketika itu Saya bingung mau melampirkan apa karena Saya selama kuliah S1 cuman pernah sekali mengikuti lomba cerpen 2010 dan mendapatkan Juara III tingkat Nasional tapi sayangnya tidak ada sertifikatnya. Nah ini keajaibannya lagi. Ketika itu Saya ke mushola FIB UI dan tidak sengaja bertemu dengan adik kelas S2 Linguistik yang mendapatkan BU Kemendikbud 2016 Batch 1. Mungkin kalau Saya tidak ke Mushola FIB UI untuk sholat dhuhur dan tidak berkenalan dengan dia maka Saya mungkin tidak mendapatkan informasi yang sangat penting terkait beasiswa. Saya tanya ke dia kok bisa mendapatkan beasiswa itu bagaimana caranya. Setelah dia cerita-cerita, kemudian sampai pada sertifikat juara, dia hanya melampirkan sertifikat pernah jadi pembicara, dsb. Wah Saya pikir bisa dong jika Saya melampirkan sertifikat Saya jadi pembicara waktu di LIPI dan Malaka (Pos yang di blog sebelumnya Saya sudah pernah bercerita kalau Saya ke Malaka gratis tanpa biaya lho, alias dibayarin dan malah dikasih duit "its a miracle!"). Setelah semua berkas-berkas sudah siap maka kemudian Saya submit berkas-berkas beasiswa tersebut. Saya menunggu pengumuman selama sebulan. Ternyata diluardugaan pengumuman lebih cepat dari yang dijadwalkan. Saya masih ingat betul waktu itu Saya sedang bersantai tiduran di kamar selepas sholat dhuha, tiba-tiba notifikasi HP Saya berbunyi dan setelah Saya buka adalah email dari Kemendikbud yang menyatakan bahwa Saya dinyatakan lolos administrasi Beasiswa Unggulan. Kemudian Saya diundang untuk mengikuti tes wawancara dan verifikasi data yang pada akhirnya Saya telah dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2016. Alhamdulillah Saya hanya bisa mengucap syukur kepada Allah Swt berkali-kali dengan mata yang terkadang sembab mengeluarkan air mata karena masih tidak menyangka saja bisa mendapatkan beasiswa tersebut setelah melakukan tanda tangan kontrak dengan nilai sebesar sekian ratus juta rupiah (jumlah yang tidak pernah Saya duga sebelumnya) untuk menyelesaikan studi S3 Saya di Universitas Indonesia. Alhamdulillah.....
Dibalik keberhasilan Saya mendapatkan Beasiswa Unggulan tentunya dengan ikhtiar, usaha, dan doa yang terus menerus. Tentunya satu keberhasilan ini juga didahului dengan beberapa kegagalan Saya sebelumnya untuk melamar menjadi Dosen tahun ini. Tiga Universitas Negeri di Jatim dan Jateng memberikan kesempatan Saya untuk mengikuti seleksi Dosen, namun pada akhirnya Saya gagal melalui tes tersebut. Tentu hal tersebut ada hikmahnya. Mungkin jika Saya diterima menjadi Dosen saat ini maka Saya tidak akan mendapatkan beasiswa S3. Pun sebaliknya jika Saya tidak diterima menjadi Dosen saat ini maka Saya akan mendapatkan beasiswa dan bisa fokus dengan kuliah S3 agar lulus tepat waktu atau bahkan bisa lebih cepat karena tidak terganggu dengan tanggungjawab sebagai Dosen yang harus mengajar di Jatim maupun Jateng. Ternyata memang Tuhan belum mengizinkan Saya mengajar menjadi Dosen akan tetapi diminta untuk fokus kuliah menyelesaikan studi S3 dengan beasiswa terlebih dahulu. Saya yakin jika memang waktunya sudah tiba untuk Saya mengajar maka Tuhan pasti akan menunjukkan jalannya. Maka dari itu, Saya hanya berprasangka baik saja pada Allah Swt karena Saya yakin rencana Tuhan pasti lebih indah dari yang diduga dan diharapkan. Just believe in Allah Swt!
Saya menceritakan dan menuliskan di blog ini adalah agar bisa memberikan motivasi dan inspirasi bagi siapapun yang membaca blog ini. Ada sebuah rahasia yang ingin Saya bagikan kepada para pembaca yang mungkin sekarang juga sedang berjuang untuk meraih impian dan cita-cita. Selama ini disamping Saya ikhtiar atau usaha dengan maksimal secara lahir, Saya juga ikhtiar atau usaha secara batin dengan mengamalkan membaca rutin Surah Al-Waqiah di malam hari dan Surah Ar-Rahman di pagi hari dalam keadaan dan kondisi bagaimanapun, dimanapun dan kapanpun. Tentu yang wajib dan sunah harus dipenuhi dahulu ya. Setelah itu mengamalkan Surah Al-Waqi'ah dan Ar-Rahman. Tentunya juga bukan berharap karena kedua surah tersebut maka apa yang kita inginkan akan terwujud. Tetap berharap kepada Allah Swt untuk mewujudkan apa yang kita impikan dan cita-citakan. Selama ini Saya rutin membaca kedua surah tersebut tidak berharap apapun karena yang Saya cari hanyalah ketenangan hidup dalam mencari ridha Allah Swt. Memang Saya merasa setelah rutin membaca kedua surah tersebut, hati Saya selalu tenang ketika dihadapkan pada suatu hal yang sulit seperti kegagalan. Dan ketika mendapatkan keberhasilan juga hati menjadi tenang dan senantiasa kembali bersyukur karena merasa tidak menyangka saja jika diberikan suatu kenikmatan, padahal dosa-dosa Saya di masa lalu begitu besar. Sampai sekarang pun Saya masih terus menerus memperbaiki diri dan bertaubat dengan senantiasa berhijrah dari yang tidak baik menjadi baik, dari yang baik menjadi lebih baik, dari yang lebih baik menjadi istiqomah dalam kebaikan terus sampai pada akhirnya berpulang kepada Allah Swt dalam keadaan baik khusnul khotimah. Amien Yra.  Wallahu'alambisawamb...


Kamis, 14 Juli 2016

The Power of Dream

Dear my blog,
Alhamdulillah akhirnya bisa nulis blog lagi. Kali ini Saya ingin menuliskan sebuah curahan hati, ciyee yang curcol, lagi galau ya Mas?? hahaha. Hmmm, kok tahu sih Saya lagi galau, galau banget malahan. Saking galaunya Saya ndak tahu harus mau nulis apa. Tapi yang jelas Saya ingin menuliskan sesuatu yang bermanfaat dan bermakna untuk para pembaca setia blog Saya, baik yang membaca secara diam-diam maupun terang-terangan. Kayak drama korea aja yaa. hehe...
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Kalau orang Jawa mah bilangnya "time flies too fast". Rasa-rasanya baru kemaren Saya duduk di bangku TK, asyik dengan dunia mainan robot-robatan. Rasa-rasanya baru kemaren Saya duduk di bangku SDI AL-Huda, mengikuti lomba mata pelajaran antar SD Se Karisidenan Kota Kediri. Rasa-rasanya baru kemaren Saya duduk dibangku SMP, melakukan kegiatan kemah bersama teman-teman OSIS, PMR dan Pramuka selama 3 hari 2 malam, Rasa-rasanya baru kemaren juga Saya duduk dibangku SMA, melakukan kegiatan Dies Natalies mengundang Repvblik Band, "Oooh Aku Hanya Ingin Kau Tahu, Besarnya Cintaku, Tingginya Khayalku Bersamamu.." (nulis sambil dengerin dan nyanyiin lagu single pertamanya Repvblik, bernostalgila dengan masa lalu, romantis kan, hehe). Terus, rasa-rasanya baru kemaren juga duduk di bangku kuliah S1 di Undip, melakukan kegiatan bareng-bareng teman-teman BEM FIB Undip, mengadakan Welcome Party dengan mengundang Seventeen Band, "Kau Jaga Slalu Hatimu, Saat Jauh Dariku, Tunggu Aku Kembali,.." (lagu favorit Saya nih, pesannya buat Saya dan jodoh Saya agar selalu menjaga diri dan hati, hehe). Begitu pula, rasa-rasanya baru kemaren juga duduk dibangku kuliah S2 di UI, melakukan kegiatan seminar-seminar dan penelitian-penelitian bersama Dosen dan teman-teman. Alhamdulillah tahun ini atas kehendak Allah Swt, Saya memasuki kuliah S3 di UI. Tidak ada kata lain yang bisa Saya ucapkan kecuali hanya bersyukur Alhamdulillah atas karunia Allah Swt yang telah diberikan. Awalnya Saya ingin membuktikan diri kepada seseorang yang menghina dan merendahkan Saya di masa lalu setelah pada waktu itu Saya hanya masuk di SMA Negeri 4 Kediri yang tidak favorit, dan tidak bisa masuk di SMA Negeri 2 Kediri yang favorit itu. Namun, seiring berjalannya waktu, Saya tidak ingin membuktikan diri kepada siapapun. Saya hanya menjalani saja apa yang telah Tuhan gariskan sebagai wujud penebusan kesalahan Saya di masa lalu dan sebagai ikhtiar untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan. Semenjak itulah, Saya terus berusaha memperbaiki diri dan tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan, mau dihina dan direndahkan, Saya hanya balas dengan senyum dan doa kebaikan saja.
Tim Peneliti (dari kiri) Saya, Budi Eko Pranoto, S.S., Arif Budiman, M.A., Dr. FX. Rahyono, Prof. Dr. (Emer) Benny H. Hoed (alm), Triaswarin Sutanrihesti, M.Hum, Venansia Ajeng S.A. Pedo, S.Pd, Agni Malagina, M.Hum, Dr. Lilie Soeratminto.
Saya tidak menyangka bisa menyelesaikan kuliah S2 dan akan melanjutkan kuliah S3 di Universitas Indonesia yang bagi orang ndeso seperti Saya adalah sebuah mimpi yang terlalu tinggi. Saya pun juga tidak menyangka dipertemukan dalam satu penelitian dengan (alm.) Prof. Dr. Benny Hoedoro Hoed (salah satu Guru Besar Universitas Indonesia yang juga merupakan Ayah dari Anto Hoed/mertua dari Melly Goeslaw), Dr. FX. Rahyono (Ketua Departemen Linguistik FIB UI), Dr. Lilie Suratminto (Ketua Tim Peneliti Kreol Tugu), dan teman-teman peneliti lain yang pada akhirnya penelitian ini telah menghasilkan sebuah Buku "Kepunahan Bahasa: Bahasa Kreol Tugu yang Punah dalam Pemertahanan Budaya Tugu". Buku ini bercerita tentang bahasa Kreol Portugis Tugu yang sudah punah, namun budaya Portugisnya masih dipertahankan. Dalam waktu sebulan Saya hanya diberikan waktu untuk mengedit dan me-layout buku tersebut. Namun, jerih payah dan kesabaran setelah puluhan kali revisi buku tersebut, pada akhirnya membuahkan hasil yang manis. Pada saat launching buku pada bulan Mei yang lalu, buku tersebut mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, institusi, maupun media cetak. Terakhir pada tanggal 24 Juni yang lalu, tim peneliti mendapatkan surat dari Prof. M. Nasir (Kementerian Ristek Dikti) yang memberikan apresiasi atas terbitnya buku tersebut. Dalam suratnya, Pak Menteri berharap agar penelitian seperti ini tetap dilanjutkan. Dari situlah, muncul sebuah niat Saya untuk melanjutkan penelitian tersebut sebagai objek kajian disertasi Saya nanti. Mudah-mudahan Allah memberikan ridho, kemudahan dan kelancaran. Mudah-mudahan juga ini merupakan wasilah atau perantara jalan bagi Saya untuk bisa berkunjung ke Portugal yang baru saja menjadi Juara Piala Eropa 2016. Amin Yra.
Buku Kepunahan Bahasa masuk dalam
kolom resensi buku Majalah GATRA
Edisi Juni 2016. Foto ini saat di Bandara
Soeta menunggu penerbangan ke Malaka.
Selain itu, Saya pun mendapatkan kempatan untuk hadir dalam kegiatan The First Asian Portuguese Community Conference di Malaka pada akhir bulan Juni yang lalu. Saya masih ingat betul waktu itu malam-malam di telpon oleh Dosen Saya usai tadarusan di Masjid pada bulan Ramadhan. "Febri, besok ikut ke Malaka yaa, sudah Saya belikan tiket pesawat PP". Akhirnya Saya pun berangkat ke Malaka bersama Dosen Saya. Karena Saya harus berangkat dari Bandara Soeta maka Saya pun langung pesan tiket online kereta dari Kediri ke Jakarta. Alhamdulillah masih tersedia (dapat yang paling murah lho, cuman 86rb sampai Jakarta dari Kediri). Meskipun pada waktu itu masih bingung belum dapat tiket kereta balik dari Jakarta ke Kediri, karena musim mudik lebaran sehingga tiket pun sudah ludes. Ah, Bismillah berangkat dulu dengan niat untuk berbakti kepada Guru dan mengamalkan ilmu, InsyaAllah nanti ada jalan buat kembalinya ke Kediri. Dan ternyata benar, Allah Swt memberikan kemudahan, ternyata saudara Saya yang bekerja di Jakarta dan Tangerang akan mudik bareng ke Kediri pada hari Jumat, 1 Juli dengan membawa kendaraan mobil pribadi. Kabar tersebut Saya dapatkan sesaat sebelum keberangkatan ke Malaysia. Alhamdulillah, Allah Swt memberikan kemudahan, jadi lega rasanya.
Sejujurnya, Saya tidak tahu persis bagaimana konsep dan bentuk kegiatan The First Asian Portuguese Community Conference di Malaka tersebut. Saya hanya diminta Dosen Saya untuk menerjemahkan makalah berdasarkan hasil penelitian Bahasa Kreol Tugu dan membuat power pointnya untuk dipresentasikan dalam acara tersebut. Deg..degan..sekali...
Mempersiapkan materi presentasi di
Kamar Hotel Temasek, Malaka.
Singkat cerita, setelah presentasi di hadapan para tamu undangan yang hadir, kami mendapatkan apresiasi dari mereka, salah satunya adalah beberapa orang yang hadir memesan Buku Kepunahan Bahasa, ada juga yang menyarankan agar Buku Kepunahan Bahasa diterjemahkan dalam bahasa Internasional sehingga buku tersebut bisa dibaca oleh orang-orang di seluruh dunia. Alhamdulillah lega rasanya setelah presentasi...
Setelah presentasi, kami pun diundang dalam acara Gala Dinner yang dihadiri oleh para tamu undangan dan masyarakat keturunan Portugis yang tersebar di Asia. Dalam acara tersebut juga hadir Xanana Gusmao (Presiden Pertama Timor Leste), Duta Besar Portugal untuk Indonesia dan Malaysia, Duta Besar Timor Leste untuk Indonesia dan Malaysia, dan Para Bangsawan Malaysia, entah siapa Saya juga tidak kenal, hehe).
Ketika Xanana meminta korek api kepada Saya,
dan Saya tidak punya karena Saya tidak merokok,
Kemudian Xanana mengatakan No Problem!
Hal lain yang tidak pernah Saya sangka sebelumnya adalah bisa bertemu dan ngobrol santai dengan Xanana (Presiden Pertama Timor Leste). Terlepas dari sejarah masa lalu, ini adalah momentum yang sangat berharga bagi Saya bisa bertemu beliau dengan tanpa pengawalan yang ketat seperti saat beliau datang ke Indonesia beberapa tahun yang lalu. Satu hal yang Saya ingat dari beliau saat memberikan sambutan pada acara Gala Dinner tersebut adalah "Mari kita lupakan hal-hal yang menyakitkan di masa lalu, dan sekarang kita berkumpul disini untuk bersama membangun masa depan untuk anak cucu kita dengan penuh kedamaian, persaudaraan, dan kasih sayang sebagai manusia yang diciptakan Tuhan." Sekilas memang kalau kita lihat, sikap yang ditunjukan Xanana saat ini mengingatkan kita kepada sosok Nelson Mandela yang sangat berjiwa besar memafkan semua orang yang menghina dan merendahkan dia, bahkan kalau kita ingat Nelson Mandela justru mengundang orang-orang yang menghina dan merendahkan dia dalam jamuan makan malam saat dia menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan (lebih lanjutnya baca tentang Nelson Mandela ya). Masih banyak hal-hal yang ingin Saya ceritakan dalam blog ini, tapi berhubung Saya jam 1 pagi ini harus ke Semarang, jadi untuk cerita bagaimana serunya perjalanan ke Kuala Lumpur dan Malaka pada bulan Juni yang lalu akan Saya ceritakan dalam kesempatan berikutnya ya. Namun, yang jelas poin yang ingin Saya sampaikan adalah dibalik perjalanan Saya ke Malaysia tanpa biaya sepeserpun tersebut merupakan keyakinan Saya terhadap sebuah mimpi dalam ikhtiar dan doa selama ini. (eits, maksudnya bukan mimpi yang waktu tidur ya, kalau mimpi itu sih pengennya bisa mimpiin kamu, iya kamu dek). 
Tapi yang jelas, ini semua adalah salah satu bukti dari kekuatan mimpi, The Power of Dream. Tahun 2008/2009, Saya menuliskan mimpi-mimpi Saya dalam sebuah buku mimpi, Dream of Book yang masih Saya simpan hingga sekarang. Setelah Saya buka dan baca kembali ternyata poin-poin mimpi yang Saya tuliskan satu-persatu sudah terwujud dan akan terwujud. Tentunya semua itu dengan sebuah ikhtiar dan doa. Saya tidak peduli dengan omongan miring orang lain terhadap Saya. Pun juga Saya hanya berpikir positif terhadap apa yang harus Saya jalani dan hadapi. Itulah yang membuat hidup Saya berubah dan berat badan Saya bertambah. Saya sangat berterimakasih kepada seseorang yang telah memberikan kado ulang tahun kepada Saya sebuah Buku Terapi Berpikir Positif karya Dr. Ibrahim Elfiky yang telah banyak mengubah cara berpikir dan bersikap Saya hingga dapat mencapai semua ini. Saya menceritakan ini semua bukan untuk menunjukkan kehebatan diri Saya pada orang lain ataupun orang-orang yang telah merendahkan dan menghina Saya di masa lalu, tapi Saya menceritakan ini hanya ingin berbagi pengalaman dan motivasi, bagaimana keajaiban-keajaiban yang telah didapatkan dengan ikhtiar dan doa selama ini dapat memberikan inspirasi kepada orang lain agar tidak menyerah, terus bersabar dalam keyakinan kepada Tuhan dalam mewujudkan sebuah mimpi dari jalan yang tidak pernah disangka-sangka. (Lihat QS. Ibrahim Ayat 7)

Selasa, 05 Januari 2016

Doa dan Harapan di Tahun 2016

Dear my blog,
Alhamdulillah, malam tahun baru 2016 kali ini, Saya bisa berkumpul bersama seluruh anggota keluarga di rumah. Saya bersyukur karena kalau tidak salah empat tahun terakhir ini, Saya merayakan malam tahun baru di Semarang. Saya masih ingat betul tahun lalu, Saya merayakan tahun baru di Mabes (Kontrakan di Tembalang) bersama sahabat-sahabat dan pemilik kontrakan. Biasanya kami merayakannya hanya dengan membakar jagung, sate, dan minum kopi bersama di Mabes, tidak pernah keluar kemana-mana, hanya pada sepertiga malam awal tahun baru biasanya kami bermuhasabah di Masjid Al-Muhajirin, Banyumanik. Keesokan paginya, kami berziarah bersama ke Makam Wali Allah di sekitar Semarang. Begitulah cara kami untuk menjaga silaturahmi dalam bingkai persahabatan. Sebenarnya malam tahun baru ini Saya juga diajak untuk berkumpul di Semarang tapi Saya memilih untuk pulang ke rumah dan merayakannya bersama keluarga. Selain karena faktor untuk mempersiapkan ujian tesis pada hari Kamis, 7 Januari 2016 mendatang, Saya juga ingin bermuhasabah dan introspeksi diri di rumah setelah melewati setahun yang paling sulit selama tahun 2015. Masa-masa paling sulit adalah saat kehilangan paman, almarhum Pak Sakroni pada bulan Agustus dan guru, Prof. Benny Hoed pada bulan september lalu secara tiba-tiba dan proses yang cepat. Saat menulis blog ini lantunan doa terus mengalir untuk mereka. Mohon doakan juga yaa teman-teman. Al-Fatehah. 
Tahun ini adalah masuk tahun ke 11, setelah pada tahun 2005 Saya berazam untuk bertaubat dari masa lalu yang kelam. Saya bersyukur sepuluh tahun ini masih diberikan kesempatan untuk hidup dan memperbaiki kesalahan di masa lalu dengan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Saya bersyukur atas semua karunia yang diberikan Allah Swt hingga Saya bisa berdiri sampai saat ini. Mungkin saja jika Saya tidak memutuskan untuk berani berhijrah pada waktu itu maka mungkin saat ini Saya tidak menjadi seperti sekarang ini. Banyak hal yang bisa Saya syukuri dan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Satu hal yang Saya selalu lakukan agar tetap istiqomah dan tidak melakukan kesalahan yang sama lagi adalah "mengingat kematian". Saya bukan takut akan mati, tapi hanya khawatir saja bila amal Saya belum bisa menebus dosa kesalahan Saya di masa lalu. Saya juga belum siap kembali kepangkuan Allah Swt dengan amal yang masih sedikit ini. Oleh karena itu Saya selalu berusaha untuk istiqomah dan meningkatkan ibadah. Untuk itulah Saya tidak peduli dengan omongan miring orang lain yang mengatakan kalau perubahan dalam hidup Saya adalah hanya untuk pencitraan dan mencari pujian. Bagi Saya mencari dan mengharap ridho Allah Swt jauh lebih penting daripada menanggapi omongan miring orang lain. Meskipun Saya tahu, tapi Saya lebih banyak diam dan membalas omongan miring mereka dengan doa kebaikan untuk mereka beserta keluarganya. Saya justru bersyukur karena sampai saat ini bisa merasakan ketenangan yang luar biasa dalam menjalani takdir kehidupan. 
Termasuk dalam hal jodoh. Ketika Saya mengupdate status di BBM dengan quote "Cinta itu adalah jika dia memilihmu maka kamu akan berbahagia bersamanya dan jika dia tidak memilihmu maka kamu akan mendoakan kebahagiaannya bersama pilihannya." Tiba-tiba ada teman yang membalas, "tidak semua bisa menjalani itu, Feb?" Kemudian Saya jawab, semua bisa kok jika cinta itu tidak disandarkan hanya pada manusia, tapi disandarkan kepada Allah Swt. Karena pada hakekatnya cinta yang dihujamkan dalam hati kita adalah datang dari Allah Swt. Pertemuan dengan orang yang kita cintai adalah atas kehendak Allah Swt. Jika Allah Swt mengizinkan untuk bersatu dan bersanding dalam pelaminan maka Allah Swt pasti akan menunjukkan jalannya. Tidak perlu khawatir jika dia akan dideketin dan direbut oleh orang lain. Jika kita menjaga diri dan hati maka Allah Swt pasti akan menjaga diri dan hatinya. Sekeras apapun orang lain mendekatinya dengan berbagai modus, pasti Allah Swt akan melindunginya untuk kita. Sekeras apapun orang lain ingin memisahkan dengan berbagai omongan miring dan fitnah, pasti Allah Swt akan menjaganya untuk kita. InsyaAllah, jika sama-sama menjaga diri dan hati dengan diiringi doa maka jika dia memang jodoh kita, Allah Swt pasti akan mempertemukan dan mempersatukan dalam keadaan indah dan terbaik. 
Namun, jika pada akhirnya cinta yang kita pilih tidak memilih kita maka Allah Swt pasti akan memisahkan pada saat hati kita siap menerimanya. Mungkin saja Allah Swt sedang menguji seberapa kuat hati kita menghadapinya. Apakah cinta kita kepada manusia lebih besar dari cinta kita kepada Allah Swt ataukah sebaliknya. Jika cinta kita kepada Allah Swt lebih besar daripada cinta kita kepada manusia maka kita akan mendoakan kebahagian dia bersama pilihannya tapi jika cinta kita kepada manusia lebih besar daripada cinta kepada Allah Swt maka pasti akan muncul pikiran negatif seolah-olah kita tidak bisa hidup tanpa dia. Bahkan sampai ada keinginan untuk mengakhiri kehidupan hanya karena dia memilih orang lain. Jika ada orang yang mengancam menghancurkan atau mengakhiri kehidupnya hanya karena Anda tidak memilihnya maka pesan Saya "Jangan memberikan harapan kepada orang yang tidak siap merelakan Anda." Untuk itulah, Saya selalu berpikir positif dan berprasangka baik terhadap segala yang terjadi dalam kehidupan ini. Saya tidak khawatir dengan jodoh. Allah Swt pasti akan memberikan jalan terbaik dan terindah untuk bertemu dan bersatu dengan dia. Saat ini, Saya hanya berikhtiar dengan doa, jika dia jodoh Saya maka Allah Swt pasti akan menyatukannya, begitu pula jika dia bukan jodoh Saya maka Allah Swt pasti akan memisahkan dengan baik-baik. Pada akhrinya pasti kita akan berbahagia dengan pilihan dan jodoh masing-masing.
Tahun 2016 ini, doa dan harapan Saya, pertama adalah semoga dimudahkan untuk mendapatkan beasiswa LPDP S3 ke Belanda atau dimanapun Allah Swt akan memberikan jalan. Kedua, semoga bisa lebih produktif lagi menulis buku sehingga buku ke 2, 3, 4, 5 bisa segera terbit. Ketiga, semoga Saya diberikan tempat terbaik untuk mengabdi mengajar. Meskipun sebenarnya sudah ada tawaran dari Undip tapi masih bimbang antara kembali ke almamater atau ke Jatim. Keempat, semoga keluarga selalu sehat dan dalam lindungan Allah Swt. Kelima, semoga Saya tetap istiqomah dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi, Keenam,  mengenai jodoh, Saya pasrahkan kepada Allah Swt dan Orangtua. Ketujuh, semoga doa dan harapan teman-teman semua juga dikabulkan Allah Swt. Saya menulis doa dan harapan Saya di blog ini sambil menunggu kereta kembali ke Jakarta nanti jam 9 malam adalah dengan maksud agar teman-teman yang setia membaca blog Saya ini semoga berkenan untuk turut mendoakan. Karena mungkin saja doa teman-teman lebih dikabulkan Allah Swt daripada doa Saya yang terlalu banyak dosa ini. Selain itu, doa yang dipanjatkan secara berjamaah akan lebih cepat dikabulkan. Mari kita berdoa bersama (mumpung lagi hujan saat Saya menulis ini). Disamping doa dan harapan di atas, yang paling penting adalah semoga Saya tetap bisa menjaga berat badan agar tidak kurus lagi. Setahun terakhir ini, betapa bahagianya banyak yang bilang Saya bertambah gendut. Hehehe.
Semoga sedikit tulisan ini bermanfaat. Semoga tulisan ini juga mampu menggerakkan orang lain untuk berani berhijrah sehingga menjadi amal baik (jariyah) yang akan terus mengalir setelah Saya tiada nanti.  Amiin Yra.....
#JanganLupaNgopi
#JanganLupaBerpikirPositif
#JanganLupaBerprasangkaBaik
#JanganLupaSenyum
#JanganLupaBahagia   

Selasa, 29 September 2015

Terimakasih dan Selamat Jalan Paman yang "Mudah Bangun dan Mudah Tidur"

Dear my blog, [Listening to "Tak Ada Yang Abadi" by Noah]
Rasanya masih seperti mimpi kehilangan Paman secepat ini. Rasanya baru kemaren kita merayakan Hari Raya Idul Fitri 1436H bersama. Rasanya masih terngiang betul suara Paman dalam telinga Saya ini. Paman yang tidak pernah masuk rumah sakit, tiba-tiba saja pada tanggal 16 Agustus 2015 yang lalu masuk rumah sakit karena merasa sakit pada bagian perutnya. Bahkan beliau masih mampu mengendarai motor sendiri ke rumah sakit. Pada tanggal 17 Agustus 2015 yang lalu Saya pun masih bercanda gurau dengan beliau di rumah sakit. Beliau adalah sosok yang penuh inspirasi. Beliau sangat aktif dalam dunia organisasi. Semasa mudanya, beliau pernah menjadi Ketua Gerakan Pemuda Ansor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Kediri. Beliau menyelesaikan studi S1 dan S2nya di FISIPOL UGM. Semenjak kuliah di UGM beliau sudah menjadi seorang aktivis. Karena itulah, pada tahun 1999, pasca reformasi beliau diminta bergabung dalam Partai Kebangkitan Bangsa bersama Gus Dur yang kemudian mengantarkan Gus Dur menjadi seorang Presiden dan Paman menjadi Anggota DPRD Kota Kediri Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa. Paman adalah orang yang tahan banting dan memiliki mental yang kuat. Dia selalu berbesar hati ketika disakiti oleh rival politiknya. Sampai suatu ketika, perpecahan terjadi dalam tubuh PKB (Kubu Gus Dur dan Muhaimin) yang pada akhirnya Paman memutuskan untuk keluar dari PKB. Sempat berhenti dari partai politik selama setahun, Paman kemudian diminta Surya Paloh bergabung dengan Partai Nasdem. Paman menerima tawaran tersebut dan menjadi Ketua DPD Partai Nasdem Kota Kediri. Pada tahun 2011, saat Rapimnas I Partai Nasdem di Hotel Mercure Jakarta, Saya diajak paman untuk bertemu dengan Surya Paloh karena waktu itu kebetulan Saya menjadi Ketua BEM FIB Undip dan hendak dikenalkan dengan Surya Paloh sekaligus ingin mengantarkan undangan Seminar Kebangsaan dari BEM. Sebenarnya Paman berharap Saya bisa masuk dalam dunia politik meneruskan perjuangannya. Namun karena Ibu Saya tidak mengizinkan maka akhirnya Saya pun tidak bisa memenuhi keinginan Paman. Saya belajar banyak tentang dunia organisasi dari Paman salah satunya seperti bagaimana menghadapi dan berkomunikasi dengan berbagai macam karakter orang mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat negara. Paman adalah sosok yang "Mudah Bangun dan Mudah Tidur". Dimanapun dan bagaimanapun tempatnya, beliau bisa terlelap tidur tapi juga bisa bangun begitu mudah. Saya masih ingat betul waktu itu Saya diajak Paman ke kantor DPW Nasdem Jatim di Surabaya, di dalam mobil beliau tertidur, tapi waktu Saya ngobrol sama teman beliau di mobil tentang pelemahan KPK, beliau langsung bangun dan ikut berkomentar. Sepertinya Paman mewarisi kebiasaan Gus Dur yang mudah tidur dimanapun tapi juga mudah bangun dan bisa langsung nyambung ketika diajak bicara.
Saya termasuk keponakan yang paling dekat dengan beliau. Mungkin karena itulah, saat Saya hendak ingin kembali ke Depok, rasanya ada yang menghentikan langkah Saya agar tidak kembali ke Depok terlebih dahulu. Waktu itu Saya masih ingat betul ingin membeli tiket kereta online, dan ketika sampai di ATM, ternyata ATMnya lagi rusak. Keesokan harinya ternyata mendapatkan kabar kalau Paman masuk rumah sakit. Akhirnya Saya pun memutuskan untuk menunda keberangkatan kembali ke Depok. Kami sekeluarga berpikir Paman hanya sakit perut biasa. Namun, ternyata itu adalah pertanda bahwa Paman berpulang kepada Allah Ta'ala. Firasat itu juga dirasakan oleh Nenek. Entah kenapa Nenek merasa bahwa putra keduanya itu akan pergi. Sebelum Paman masuk rumah sakit, Paman sering membelikan sarapan untuk Nenek. Padahal sekarang Paman tinggal di Sragi, rumah ayah mertuanya yang setahun lalu juga telah berpulang dan jaraknya cukup jauh dengan rumah Nenek di Banaran. Saat di rumah sakit juga Paman menceritakan semuanya kepada Nenek tentang keinginan dan cita-cita beliau mendirikan Panti Asuhan Abbasiyah. Beliau juga menitipkan pesan kepada Bapak agar meneruskan perjuangan Paman untuk mengembangkan Yayasan Pendidikan Islam Al-Falah Banaran. Selama seminggu Paman di rumah sakit. Kamis, 20 Agustus 2015, Paman drop dan masuk ICU. Waktu itu Saya, Ibu dan Bapak berada dalam ruang ICU menunggu Paman yang diagendakan operasi pada hari Jumat, 21 Agustus 2015. Jam 10 malam, Saya, Ibu dan Bapak pamit pulang sebentar dan kemudian gantian dengan Pak Udin (Adik Kedua Bapak), Nenek, dan Bulek Alim (Istri dari Paman) yang menunggu Paman. Pkl. 04.00 WIB, Bapak mendapatkan telp dari Pak Udin bahwa Paman telah meninggal dunia pada Pkl. 03.30. Seketika Bapak dan Ibu ke rumah sakit, dan Saya menyiapkan segala sesuatunya di rumah Nenek untuk pemakaman Paman. Hari Jum'at, 21 Agustus 2015 Pkl.09.00 Paman di makamkan di Tempat Pemakaman Umum Banaran tepat di sebelah makam Mbah Kung Abbas. 
Saya baru menyadari bahwa apa yang beliau sampaikan adalah pesan terakhir dari beliau sebelum meninggal. Kata-kata terakhir Paman waktu di rumah sakit "Mudah Bangun Mudah Tidur" adalah pesan agar tetap menjaga ibadah sholat malam. Selain itu kata-kata itu mengandung pesan agar tidak gampang menyerah dalam hidup. Ketika terjatuh, jangan takut untuk bangun. Hanya butuh 20 detik untuk kita berani bangkit. Selamat jalan Paman. Kami semua akan selalu mendoakan Paman. Kami semua menyaksikan wajah Paman tersenyum saat jenazah Paman dimandikan. Nenek juga menjadi saksi bahwa Paman mengucap kalimat "Ya Allah" saat sakaratul maut menjemput Paman. Bahkan Paman dipanggil Allah Swt saat ingin melaksanakan sholat malam. Paman juga dipanggil Allah Swt di hari Jum'at dan karena sakit pada bagian perut. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw yang mengatakan bahwa "tidaklah seorang muslim yang meninggal pada hari Jum'at atau malam Jum'at melainkan Allah melindunginya dari siksa kubur." Dalam hadits lain dikatakan bahwa dari Jabir bin 'Atik dengan sanad marfu', Rasulullah Saw. bersabda "syuhada ada tujuh selain terbunuh dijalan Allah yakni yang mati karena wabah tha'un syahid, yang tenggelam syahid, yang mati karena sakit bengkak yang panas pada selaput dada syahid, yang sakit perut syahid, yang mati terbakar syahid, yang mati terkena reruntuhan syahid, dan wanita yang mati setelah melahirkan syahid." Bila dilihat dari tanda-tanda yang disampaikan dalam hadits Nabi tersebut, InsyaAllah dan mudah-mudahan Paman berpulang dalam keadaan baik (khusnul khotimah). Terimakasih Paman. Saya menulis ini karena Saya belum sempat mengucapkan terimakasih secara langsung dan Saya yakin Paman membaca tulisan ini. Saya akan selalu simpan nomer HP dan pesan-pesan Paman selama ini. Semoga Paman selalu bahagia disana, duduk bersama Mbah Kung Abbas dan Rasulullah Saw. Amiin YRa. 
Saya juga baru menyadari bahwa banyak pertanda yang Saya dan juga anggota keluarga lain alami sebelum beliau meninggal seperti mimpi dan firasat. Sampai suatu ketika Saya menceritakan kepada sahabat Saya tentang mimpi dan firasat tersebut. Kemudian sahabat Saya itu memberikan nasehat kepada Saya agar menjadikan mimpi dan firasat itu sebagai peringatan untuk kita lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Kata-kata sahabat Saya itu kemudian memberikan ketenangan hati dan pikiran Saya karena mimpi dan firasat itu menghantui Saya setiap harinya. Saya sangat berterimakasih kepada Sahabat Saya dan bersyukur kepada Tuhan karena dipertemukan dengan Sahabat yang selalu memberikan motivasi dan menjadikan Saya lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan ini. Terimakasih.... 

Minggu, 24 Mei 2015

Benang Merah Kehidupan : TOP Secret the billionaire (Thailand)

Dear my blog,
Malam di akhir pekan saat tak ada agenda, Saya manfaatkan untuk ngecharge semangat dengan nonton film-film yang penuh inpsirasi. Jika sebelumnya sudah menonton Film Merry Riyana, Theory of Everything, If I Stay, dsb, kemaren malam Saya memutuskan untuk menonton kembali film TOP Secret The Billionaire. Ini ke empat kalinya Saya menonton. Dalam kondisi yang sedang going bad karena menunggu kepastian dari dosen pembimbing untuk ujian tesis, akhirnya Saya tonton kembali film tersebut. Memanfaatkan waktu di akhir pekan. Prinsipnya, cara untuk meraih impian kita adalah selalu menjaga motivasi dalam diri kita masing-masing. Motivasi tersebut bisa datang dari diri sendiri, keluarga, orang lain, suatu kejadian, film, buku, dan apapun yang mungkin saja kita tidak sengaja melihat, kemudian kita termotivasi olehnya. Seperti dalam film ini yang menceritakan kisah nyata seorang pemuda Thailand yang berjuang keras untuk menjadi seorang pengusaha. 
Top mengawali karir usahanya dengan menjual kacang goreng
Thailand, setelah gagal dalam bisnis game onlinenya. 
Awalnya, Top adalah seorang penggemar game online. Dia tidak menyangka bila kegemarannya bermain game online bisa menghasilkan uang.
Sampai suatu ketika dia bisa membeli mobil sendiri dari hasil bermain game onlinenya. Merasa mampu mencari uang sendiri, dia pun mulai berubah menjadi anak yang sombong karena merasa mampu membeli semua yang dia inginkan. Akhirnya dia menyadari bahwa kehidupan tidak semudah seperti yang ada di game online. Akun game onlinenya di blokir dan dia tidak bisa meneruskan bisnis game onlinenya.
Inilah awal dari kisah Top yang kemudian dari kegagalan pertamanya tersebut justru memicu semangatnya untuk menjadi seorang pengusaha. Dia juga gagal masuk perguruan tinggi negeri. Mulai saat itu, dia menyalahkan dirinya sendiri karena tidak rajin belajar. Dia menganggap bahwa belajar itu tidak penting karena yang terpenting dalam kehidupan ini adalah uang. Namun suatu ketika pada akhirnya dia sadar bahwa belajar itu sangat penting, karena dalam prosesnya menjadi seorang pengusaha, dia telah ditipu banyak orang dan dianggap bodoh oleh mereka. Dia pun menyadari bahwa kebodohannya karena pada waktu itu dia tidak mau belajar dan hanya bermain game online saja. Dari situlah dia mulai kembali giat belajar meski hanya kuliah di perguruan tinggi swasta.
Akhirnya dia mengawali kembali membuka usaha kacang goreng Thailand. Saat itu dia datang di pameran alat-alat pembuat makanan, dan disitulah dia mendapat inspirasi untuk bisnis kacang goreng dengan menggunakan mesin. Tanpa berpikir panjang, akhirnya dia membawa mesin tersebut dengan cara menyewanya. Dari situlah dia mulai benar-benar belajar tentang bisnis. Mulai dari pengolahan, pembuatan, dan penjualan kacang goreng tersebut, dia yang mempersiapkannya. Sampai suatu ketika diapun berhasil dengan usaha kacang goreng yang diminati oleh banyak pelanggan. Akhirnya dia memutuskan membuka cabang di beberapa Mall. Namun, dia tidak menyadari bahwa mesin penggoreng kacang yang dia gunakan tersebut membuat atap Mall menjadi kotor. Akhirnya pihak Mall memutuskan kontrak kerjasama dengan dia. Inilah kegagalan dia yang kedua. Tapi dari sini, dia belajar tentang nilai kejujuran (panjang kalau dijelasin, coba tonton filmnya deh).
Top kemudian mendapatkan inspirasi
 dari kekasihnya untuk membuka
 usaha makanan rumput laut.
Setelah gagal dengan bisnis kacang gorengnya, Top sudah sangat frustasi dan ingin berhenti. Namun, saat dia pergi dengan kekasihnya, justru dia mendapatkan inspirasi membuka usaha makanan rumput laut goreng. Pada waktu itu, kekasih Top membawa makanan rumput laut tersebut dan bercerita bahwa makanan rumput laut goreng tersebut belum ada di Bangkok. Dari situlah, Top kemudian membayangkan bila dia membuka usaha menjual makanan rumput laut goreng, pasti ini peluang. Memang benar ya ternyata laki-laki itu selalu mendapat inspirasi dari wanita yang dia cintai ya..setuju?!
pihak 7eleven menolak produknya
karena kemasan yang tidak menarik.
Singkat cerita, kemudian Top berhasil dengan bisnis rumput laut gorengnya dan memiliki omset 1 juta Bath/tahun. Namun, masalah tidak sampai disitu, Dia ingin membantu melunasi hutang Ayahnya sebesar 40juta Bath atau setara 12 Milyar Rupiah. Kemudian dia memutar otaknya dan mendapatkan jalan keluar setelah dia mendengarkan kembali materi-materi kuliahnya yang dia rekam di tape recorder. Dari situ dia mulai memahai tentang hukum hutan rimba dalam menjalankan bisnis. Hukum hutan rimba mengatakan bila produk kita ingin dikenal oleh banyak orang maka kita harus bekerja sama dengan orang lain untuk memasarkan produk kita. Top kemudian terpikir untuk memasarkan produknya di 7eleven. Awalnya, produknya ditolak karena desain kemasannya yang tidak layak jual. Namun, Top tidak menyerah dan dia kemudian mengubah desain kemasannya. Saat desain kemasannya sudah siap, justru dia tidak berhasil menemui pihak 7eleven. Dia sudah menunggu seharian dan akhirnya menyerah. Saat dia hendak pulang, dia meninggalkan produknya di lift perusahaan 7eleven. Top merasa ini adalah usaha terakhirnya. Dia sudah sempat terpikir untuk menyusul keluarganya yang sudah pindah ke Cina karena menghindari hutang dan memulai hidup baru disana. Namun, Top tetap dengan sifatnya yang keras kepala tidak mau meninggalkan Thailand untuk mewujudkan impiannya menjadi pengusaha sukses agar mampu melunasi hutang-hutang keluarganya dan membawa mereka kembali ke Thailand. 
Saat perjalanan pulang setelah gagal memberikan
produknya secara langsung kepada 7 eleven.
Saat perjalanan pulang dari 7eleven, dia benar-benar putus asa. Kemudian dia menelpon ibunya yang berada di Cina dalam kondisi yang sangat tertekan. Dari situlah pertanyaan-pertanyaan klasik tentang kehidupan mulai keluar dari dalam diri Top. Disaat-saat seperti inilah manusia mulai berada dalam titik nol atau kata Mas Ary ESQ menyebutnya sebagai zero mind process. Saat manusia mulai kembali mau introspeksi dengan dirinya sendiri maka disaat itulah Tuhan sangat dekat dan bahkan lebih dekat dari ubun-ubun manusia. Jadi lebih baik kita sibuk introspeksi diri daripada sibuk menilai, meremehkan dan membicarakan kekurangan orang lain. Benang merahnya adalah saat Top sudah pasrah dengan segala usaha dan ikhtiarnya, disaat itulah ada tangan ketiga yang menolongnya yakni Tuhan. Bila saja Top tidak berusaha sampai akhir dengan kembali ke 7eleven dengan kemasan produk yang lebih baik, meski dia gagal bertemu dengan pihak 7eleven, tapi kemudian Tuhan menggerakan hati, pikiran, dan tubuhnya untuk meninggalkan produknya di lift 7eleven.
Gagal menemui Manager 7eleven, Top akhirnya memutuskan
untuk pulang dan meninggalkan produknya di lift kantor tsb.
Produknya sekarang juga ada di Indo dan Alfa mart.

Setelah itu Tuhan menggerakan tubuh dari karyawan 7eleven untuk melihat produk yang dia tinggalkan di lift. Sampai pada akhirnya tanpa bertemu pihak 7eleven, Top berhasil bekerjasama dengan 7eleven. Itulah kenapa kita harus selalu melibatkan Tuhan dalam segala aktivitas kita. Kalau Saya mengistilahkan, 99% manusia bilang tidak bisa tapi 1% Tuhan mengatakan bisa atau jadi maka pasti akan bisa dan jadi. Itulah kenapa kita tidak boleh menyerah meskipun sudah berusaha yang ke 100 kali maka kita harus tetap berusaha untuk yang ke 101 kali karena mungkin saja keberhasilan itu ada yang ke 105 kalinya. Jadi Don't Give Up!!!
Top berhasil bekerja sama dengan 7eleven tapi masih harus
memenuhi persyaratan dari 7eleven yakni memproduksi 7200
bungkus dan kualifikasi GMP pabriknya.
Akhirnya Top berhasil bekerja sama dengan 7eleven, tapi dia harus berhasil memenuhi persyaratan yang diajukan oleh 7eleven yakni harus memproduksi 7200 kemasan dalam waktu 3 bulan. Pihak 7eleven juga akan melakukan kunjungan ke pabriknya untuk melihat kualitas pengolahan dan pengemasan produknya. Disinilah kemudian Top menghadapi kendala lagi. Sampai dia hampir memutuskan untuk terbang ke Cina menyusul keluarganya. Namun, saat dia hendak perjalanan berangkat ke Bandara, dia tidak sengaja berpapasan dengan kekasihnya tapi mereka tidak saling menyapa. Top merasa dirinya tidak pantas. Saat hendak naik kereta, Dia pun melihat bahwa kekasihnya itu terlihat bahagia dengan orang lain. Saat itulah, motivasi Top kembali lagi untuk sekali lagi mencoba berusaha memenuhi persyaratan 7eleven dengan membangun pabrik. Dia memutuskan untuk tidak terbang ke Cina.
Saat Top hendak ke Bandara untuk berangkat ke Cina, akhirnya
dia memutuskan untuk tidak berangkat dan kembali membuka
pabriknya untuk memenuhi persyaratan GMP 7eleven.
Dia kembali berusaha karena tidak ingin mengecewakan orang tuanya dan juga kekasihnya. Mungkin dalam hatinya terbesit kata-kata, "saat ini mungkin aku boleh gagal dalam cinta tapi aku tidak boleh gagal dalam meraih cita-cita." Ini mah interpretasi Saya sendiri dari melihat gestur dan tuturannya menggunakan analisis semiotik (ilmu linguistik). Masalah cinta nanti dulu ya dibahasnya, sekarang kita bahas tentang impian dan cita-cita. Oke?!
Pesan penting yang ingin diperlihatkan dalam film ini adalah nilai tentang usaha, kerja keras, ketekunan, keyakinan, dan kesabaran dalam menjalani kehidupan. Tentu sebagai manusia kita tidak terlepas dari keinginan, akan tetapi untuk mewujudkan keinginan tersebut maka harus disertai dengan usaha dan kerja keras. Tidak cukup usaha dan kerja keras tapi juga dibutuhkan ketekunan. Tidak cukup hanya usaha, kerja keras, dan ketekunan tapi juga dibutuhkan suatu keyakinan. Dalam hal ini yang terpenting adalah keyakinan terhadap Tuhan. Dengan keyakinan tersebut maka apapun hasil yang kita dapatkan, kita akan mampu menghadapinya dengan penuh kesebaran.
Adegan ini yang membuat Saya terharu, saat Top hendak
mengantarkan produknya ke 7eleven.
Pasti akan ada pelangi setelah hujan, Begitu pula pasti ada kemudahan setelah kesulitan. Jangan khawatir, tidak selamanya hal buruk akan menimpa kita dan tidak pula selamanya hal-hal baik bisa kita rasakan. Untuk itu, kita harus bisa selalu bersyukur dalam keadaan apapun. Berpikir positif bahwa segala sesuatu yang terjadi kepada kita pasti ada hikmah kebaikannya. Tuhan tidak membebankan kepada manusia diluar batas kemampuan mereka dan Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik untuk hambanya. Yakin dan Sabar, terus Berusaha dan BerDoa pasti akan ada KEAJAIBAN!





Senin, 11 Mei 2015

Benang Merah Kehidupan : HIJRAH C.I.N.T.A

Dear my blog,
Tepat 2 tahun sudah Ustadz Jefri Al-Buchori atau sering dikenal dengan Uje telah berpulang dan meninggalkan kita. Kepergian beliau sangat mendadak di usia yang tergolong masih sangat muda. Saya masih ingat betul hari dimana beliau meninggal karena bertepatan dengan wisuda S1 Saya di Undip bulan April 2013 yang lalu. Untuk mengobati rindu dengan Uje, kemaren Saya menonton film biografi beliau dalam film Hijrah Cinta. Film yang dirilis tahun 2014 tapi Saya baru sempat menonton via youtube. Beliau adalah salah satu orang yang menginspirasi Saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ada banyak pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari sosok beliau tentang bagaimana berhijrah. Dalam film tersebut dikisahkan bahwa Ustadz Jefri dan Umi Pipik dulu sama-sama bertemu dalam dunia artis dan hiburan. Umi Pipik yang berasal dari Semarang merantau ke Jakarta untuk menjadi model iklan sampul majalah Aneka. Sementara itu, Ustadz Jefri juga salah satu aktor dalam sebuah sinetron, bahkan saat masih menjadi aktor, beliau mendapat penghargaan dari TVRI sebagai aktor terbaik di masa itu. Gemerlapnya dunia artis membuat Uje pernah masuk kedalam dunia narkoba sampai pada suatu ketika Allah berkehendak untuk memberikannya sebuah hidayah. Uje dan Umi Pipik sama-sama dipertemukan dalam keadaan berhijrah. Saat itu Umi Pipik yakin bahwa Uje akan membuat hidupnya lebih baik dari sebelumnya. 
"Entah dia (Uje) baik atau tidak untuku, tapi aku yakin bahwa dia akan membuat hidupku menjadi lebih baik." Kata Umi Pipik kepada Widi salah satu sahabatnya dalam salah satu adegan film Hijrah Cinta. 

Keyakinan hati Umi Pipik kepada Uje membuatnya yakin bahwa Uje adalah laki-laki yang memang dikirim Allah untuk menjadi pendamping hidupnya. Dengan kesadaran diri Umi Pipik akan keinginannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik, pun pada akhirnya Umi Pipik bersedia meninggalkan segala aktifitas dunia modelnya dan memutuskan berhijrah untuk mengenakan hijab. Umi Pipik yakin bahwa melalui keluarga Uje inilah Allah membuka pintu hidayah untuk hidupnya. Umi Pipik juga yakin bahwa kehidupannya pasti akan berubah menjadi lebih baik.
"Kesadaran tidak hanya datang dari diri sendiri tapi juga datang dari orang lain." Kata Umi Tatum (Ibunda Uje) yang menyuruh Umi Pipik untuk mengenakan hijab, meskipun hal tersebut ditentang Uje pada awalanya, namun Umi Pipik berkeras hati untuk mengenakannya. 
Awal dari hijrahnya Umi Pipik inilah yang menjadikan Uje pun tergerak hatinya untuk ikut berhijrah. Meskipun tidak mudah bagi Uje untuk menghilangkan kecanduan dari Narkoba, namun dengan keyakinan, kesabaran, dan keikhlasan Umi Pipik merawat Uje maka pada akhirnya Uje pun terlahir kembali menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Inilah yang dimaksud bahwa mungkin saja hidayah itu bisa melalui dari pertemuan orang lain ataupun sebuah peristiwa. Uje mendapatkan hidayah Allah dari pertemuan dengan Umi Pipik dan sebuah peristiwa dimana saat dia selalu dibayang-bayangi oleh kesalahan, dosa, serta kematian. Umur semakin bertambah dan ajal semakin mendekat, menunda untuk berhijrah karena mengira kalau usia kita masih panjang akan membuat kita menyesal pada akhirnya. Menyesal saat masih hidup masih ada waktu untuk memperbaiki diri tapi menyesal saat dipenghujung akhir kematian atau sakaratul maut maka tidak ada sedetik waktu pun untuk mengucapkan kata menyesal. 
Hijrah Cinta adalah sebuah idiom yang bermakna sebuah perjalanan hidup untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam bingkai cinta dan kasih sayang. Uje dan Umi Pipik sama-sama dalam perjalanan hidup untuk memperbaiki diri. Uje dan Umi Pipik juga sama-sama memiliki keyakinan yang kuat bahwa mereka dipertemukan dan disatukan Allah Swt untuk saling memperbaiki, melengkapi, dan mengisi satu sama lain dengan menjadi pasangan hidup. Setiap manusia memiliki kesalahan di masa lalu, semua kesalahan dan dosa di masa lalu akan terhapus dengan proses perjalanan kita untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Memang perubahan itu tidak mudah seperti membalikan telapak tangan, tapi dengan keyakinan yang kuat maka kita pasti bisa berubah. Bila Uje dan Umi Pipik saja bisa, pasti kita juga bisa. 
Saya juga berusaha untuk selalu hijrah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Begitu pula Saya juga berharap bisa dipertemukan dan dipersatukan dengan jodoh yang juga sedang berhijrah untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Bertemu dan bersatu dengan keyakinan penuh kepada Allah Swt bahwa semua ini adalah takdir dalam Hijrah Cinta.