Sabtu, 21 September 2013

Ustadz Jefri Al Buchori : Bidadari Surga

Setiap manusia punya rasa cinta,Yang mesti dijaga kesuciaanyaNamun ada kala insan tak berdaya,Saat dusta mampir bertahta
Kuinginkan dia,Yang punya setia.Yang mampu menjaga kemurniaanya.Saat ku tak ada,Ku jauh darinya,Amanah pun jadi penjaganya
Hatimu tempat berlindungku,Dari kejahatan syahwatkuTuhanku merestui itu,Dijadikan engkau istriku
Engkaulah.....Bidadari Surgaku
Tiada yang memahami,Segala kekurangankuKecuali kamu, bidadariku
Maafkanlah akuDengan kebodohankuYang tak bisa membimbing dirimu
Hatimu tempat berlindungku,Dari kejahatan syahwatkuTuhanku merestui itu,Dijadikan engkau istriku
Engkaulah...Bidadari Surgaku....(Ustadz Jefri Al Buchori "Bidadari Surga")
Mendengarkan lagu ini serasa Ustadz Jefri Al Buchori masih berada ditengah-tengah kita. Pesan yang disampaikan beliau melalui senandung nada begitu syarat makna. Pengalaman beliau dimasa lalu menjadikan satu bukti nyata bahwa hidayah Allah Swt pasti adanya bagi hamba Allah yang ikhlas menjemput dan meraihnya. Uje dari seorang yang bukan siapa-siapa dan memiliki masa lalu yang buruk,maka dengan keikhlasan beliau untuk kembali kepada Allah Swt, kemudian Allah Swt mengangkat derajatnya. Beliau yang tidak malu menceritakan keburukan yang dialami di masa lalu menjadikan pelajaran (ibrah) bagi kita semua bahwa pintu ampunan Allah Swt sangat terbuka lebar. 
Begitu juga dengan pertemuan Ustadz Jefri Al Buchori dengan Umi Pipik Dian Irawati yang kemudian Allah Swt merestui keduanya hingga ajal menjemput salah satu dari keduanya. Lagu diatas merupakan kado dari Ustadz Jefri Al Buchori buat Umi Pipik Dian Irawati pada saat ulang tahun pernikahan dan tidak disangka juga sebagai kado perpisahan. Subhanalloh...
Terlepas dari masa lalu buruk masing-masing keduanya yang sama-sama mendapatkan hidayah dan kemudian Alloh Swt mengangkat derajat mereka berdua di dunia dan akherat. Beginilah indahnya cinta sejati keduanya. Hingga ajal menjemput Uje dalam keadaan terindah. Selamat jalan Uje..engkau akan selalu ada di hati dan menjadi inspirasi kami meraih Cinta Sejati..Semoga engkau bahagia disana bersama berkumpul Baginda Rasululloh Saw nanti di Surga...Amin YRA...

Senin, 29 April 2013

The Miracle of Giving Love : Ujian Manusia tentang Cinta dan Kasih Sayang

Setiap Diri Kan Di Uji dengan Sesuatu yang Dicintai
Setiap Insan Kan Menemui Kesalahan Di Dalam Diri
Dan Setiap Manusia Tak Ada yang Sempurna
Menjalani Hidup Di Dunia

Kesalahan Kan Terjadi
Dosa dosa kan dipenuhi
Mungkin Tak Bisa Hindari
Meski Hati Tlah Menyadari

Allah Maha Pengasih
Allah Maha Penyayang
Allah Akan Maafkan
Bila Kita Memohon Ampunan
(Ustadz Jefri Al Buchori)

Dalam QS. Ali Imran: 14 "Dijadikannya indah pada (pandangan) manusia, kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu : wanita-wanita, anak-anak harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allohlah tempat kembali yang baik (surga)."

Ayat tersebut sebenarnya mengisyaratkan kepada kita tentang kepastian adanya takdir kematian dan hanya kepada Allah kita kembali karena wanita dan anak-anak yang kita cintai pun akan meningalkan kita. Harta, pangkat, dan jabatan yang kita cari tidak akan menyelamatkan kita. Keindahan fisik yang kita banggakan di dunia tidak mampu menghindarkan kita dari kematian. Hanya Cinta kita kepada Alloh dan Rasululloh Saw. yang akan menyelamatkan dan tidak akan pernah meninggalkan kita. 

Berpulangnya Ustdaz Jefri Al Buchori kepangkuan Allah Swt memberikan makna besar dan mendalam bagi kita semua. Sosok yang selalu dekat dihati para murid dan masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan. Pesan yang disampaikan kepada kita baik melalui dakwah maupun senandung lagu islami akan selalu kita ingat selamanya. 

Satu pesan yang ingin penulis sampaikan untuk penulis sendiri khusunya dan para sahabat yang sedang mencari jati diri dan cinta sejati. Dengarkanlah ini "Yang Kau Kejar hanyalah Makhluk yang Sewaktu-waktu Allah Swt akan mengambilnya karena itu merupakan hak Allah Swt. Begitu pula dengan perasaan cinta dan kasih sayang yang Allah hujamkan dalam hati kita. Allah telah menitipkan perasaan cinta dan kasih sayang tersebut, maka dari itu dalam hati kita harus niatkan bahwa dalam memperjuangkan cinta dan kasih sayang kepadanya adalah karena cinta dan rasa sayang kita kepada Allah Swt. Jika pada suatu saat nanti Allah Swt mengizinkan cinta dan rasa sayang kita kepadanya untuk diwujudkan dalam suatu ikatan sah pernikahan, maka kita harus ikhlas dan bersyukur atas nikmat yang Allah Swt berikan kepada kita dengan cara setia menua bersamanya. Pun demikian sebaliknya, jika Allah Swt tidak mengizinkan cinta dan rasa sayang kita untuk dipersatukan dalam ikatan sah pernikahan, maka kita pun harus ikhlas dan bersyukur atas takdir yang Allah Swt berikan. Meskipun demikian tidak dipersatukannya kita dengan orang yang kita cintai hendaknya tidak memutuskan silaturahim kita dengan dia dan keluarganya. Sesungguhnya Allah Swt lebih mengerti apa yang terbaik untuk kita."

Maka sampaikanlah ini kepada orang yang kita cintai, "Sesungguhnya perasaan cinta dan sayangku kepadamu adalah karena Cintaku kepada Allah Swt. Jika Engkau mencintaiku, maka izinkan aku menjadi pendamping hidupmu serta menjadi imam bagimu dan anak-anak kita kelak. Dan jika engkau tidak mencintaiku, maka izinkan aku tetap menjadi sahabat baik yang ada di setiap engkau membutuhkan. Semoga kelak kita sama-sama bahagia dengan pilihan yang akan menjadi pendamping hidup kita masing-masing. Tidak ada dendam, kebencian, kecemburuan, ataupun sakit hati karena kita berdua sama-sama ikhlas menjalin hubungan sebagai seorang sahabat. Namun jika engkau menghendaki untuk tidak menjalin hubungan sebagai sahabat ataupun memutuskan komunikasi, maka izinkan aku mendoakanmu agar engkau bahagia dengan pilihan yang engkau ambil. Begitu pula denganku, semoga aku pun juga bahagia dengan pilihan yang kelak aku ambil. Demi Tuhan aku tidak pernah membencimu apalagi marah padamu. Semua yang kulakukan hanyalah ikhtiarku untuk membuktikan rasa cinta dan sayangku kepadamu. Namun jika hal tersebut justru menyakiti hati dan membuat hidupmu tidak nyaman, maka dengan ketulusan hati aku minta maaf kepadamu. Semoga kelak kita bisa hidup berbahagia dengan pilihan kita masing-masing dengan penuh cinta serta keikhlasan karena Allah Swt. Hanya kepada Allah lah tempat kembali yang baik."

Sesungguhnya hakekat daripada perasaan cinta dan kasih sayang kepada kita adalah sifat dari Allah Swt yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang (Ar Rahman & Ar Rahim). Dalam perjalanannya, Allah Swt menguji setiap orang yang beriman, apakah rasa cinta dan kasih sayangnya kepada manusia lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt ataukah justru sebaliknya. Disanalah kita akan menemukan proses pendewasaan dalam diri dan sikap kita terhadap kehidupan. Kesalahan yang mungkin kita lakukan akan menjadi pelajaran (ibrah) bagi kita agar menjadi pribadi yang lebih baik. Kegalauan yang melanda kita selama ini mampu menguatkan hati dan tubuh kita dalam menjalani kehidupan ini dengan lebih baik. Kemarahan yang mungkin selama ini hadir mampu memberikan ruang yang lebih bagi hati untuk bersabar. InsyaAlloh jika segala sesuatu yang terjadi kita kembalikan pada Allah Swt, kehidupan kita akan selalu tenang dan damai karena kita telah IKHLAS atas ketentuan dan takdir Allah Swt. Semoga dengan selalu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt maka kehidupan kita akan dipenuhi dengan keajaiban (MIRACLE) yang datang dari jalan yang tidak kita sangka-sangka (La Yahtasib). 


"Just stay in God Lines and God Rules, we will safe and peace. The Miracle of Giving Love will come from unpredictable path"


Minggu, 23 Desember 2012

Habibie & Ainun : Cermin Kesetiaan Cinta Sejati yang Suci dan Abadi

"Kita berada dalam sebuah gerbong kereta yang sama. Gerbong kereta ini sedang berjalan diatas rel dalam terowongan gelap. Dimana gerbong kereta yang sedang kita tumpangi ini sudah pasti akan menuju pada satu  titik cahaya terang . Yakin dan bersabarlah Ainun,....Aku akan membawamu pada cahaya itu." 
(Rudy Habibie)

"Aku tidak janji akan bisa menjadi istri yang baik, akan tetapi aku akan selalu mendampingi dan menemanimu disaat susah maupun senang."
(Ainun Habibie)

Setelah membaca buku Habibie dan Ainun, tidak afdhol rasanya jika tidak menonton Film Habibie & Ainun. Bagi penggemar buku dan film kisah-kisah inspiratif, buku dan film ini sangatlah recommended untuk dibaca dan ditonton. Kisah perjuangan anak bangsa yang inspiratif dan romantis. 

"Terimakasih Tuhan, Engkau Ciptakan Ainun untuk Saya dan Saya untuk Ainun"
(Rudy Habibie)

Seorang Rudy Habibie yang jenius dan mempunyai mimpi besar untuk bangsa dan negara. Mimpi yang tak kenal lelah untuk ia wujudkan. Mimpi untuk menepati janjinya kepada Ibu Pertiwi dan Ainun Sang Istri yang sangat ia cintai. Mimpi membuat pesawat terbang. Dan mimpi itu akhirnya terwujud setelah melalui perjuangan yang sangat berat. Pesawat N250 yang diberi nama "Gatutkaca" akhirnya mampu terwujud disaat ulang tahun Ainun, Sang Istri tercinta. Kado terindah yang ia berikan untuk Sang Istri tercinta. 
Dengan mimpi itulah cinta diantara Habibie dan Ainun dipersatukan Tuhan. Dimana cinta mereka terbangun dalam mewujudkan mimpi bersama. Saling mendukung satu sama lain. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya, Ainun adalah mata baginya untuk melihat dunia dan bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, seorang imam yang sangat ia percaya mampu membahagiakannya serta membimbingnya menuju kasih sayangNya.
Banyak hal yang dapat kita pelajari dalam kisah ini. Salah satunya adalah nilai kesetiaan cinta sejati yang suci dan abadi. Dimana kekuatan cinta diantara keduanya mampu saling menguatkan satu sama lain. Disaat Habibie mulai putus asa dalam menggapai mimpinya, Ainun selalu memberikan semangat dan menguatkannya. Begitu juga sebaliknya, disaat Ainun merasa bimbang dan ragu maka Habibie lah yang selalu meyakinkan dan menguatkan Ainun. Cinta yang bertahan selama 48 tahun usia pernikahan. Cinta yang dilandaskan atas dasar cinta kepada Tuhan, keluarga, bangsa, negara, dan agama. 
Penulis sangat menyukai dan merekomendasikan buku dan film ini. Selain mampu memberikan inspirasi, juga mampu memberikan sugesti positif kepada kita agar bisa seperti mereka yang hidup penuh mimpi dan inspirasi. Langkah kita pun akan semakin mantap dan yakin untuk menjemput takdir kita di masa depan yang sudah Tuhan catat pada Langit ke 7 (Laul Mahfudz).

Rabu, 19 September 2012

Suara Hati Para Motivator, Trainer, ataupun Public Speaker

"...semua yang saya lakukan ataupun katakan bukan bermaksud untuk membuat Anda kagum dengan saya namun agar Anda bisa belajar dari yang selama ini saya lakukan agar Anda segera menemukan kesuksesan dibidang yang Anda tekuni..."
Merri Riana (Penulis Buku Mimpi Sejuta Dolar dan A Gift From A Friend)

"..orang-orang kiri hanya bisa menggunakan excuse sedangkan orang kanan banyak menggunakan action unutk menjemput impian mereka.."
Ippho Right Santoso (Pakar Otak Kanan, Penulis Buku 7 Keajaiban Rezeki dan Hanya 2 Menit) 

"...saya memang tidak pernah ditolak akan tetapi diabaikan, namun saya bersyukur karena pengabaian tersebut saya bisa menjadi pribadi yang kuat dan berdiri diatas panggung Golden Ways ini..."
Mario Teguh (Motivator, Penulis Buku Golden Ways)

Inilah yang dirasakan oleh para motivator, trainer, ataupun public speaker. Dunia seperti ini memang penuh dengan tantangan maupun cobaan. Selain besarnya tanggungjawab baik kepada manusia maupun Tuhan atas apa yang disampaikan juga berbagai macam hinaan ataupun sindiran pun silih berganti. Pernah suatu ketika ada seseorang yang nge-posting status di facebook dan nge-tweet di twitter "hidup itu tidak semudah cocotnya (mulutnya) Mario Teguh!" Namun dengan anggunnya bapak Mario Teguh menjawab "memang hidup itu tidak semudah cocot(mulut) saya tapi Anda akan lebih sulit lagi jika mengeluh, mengabaikan, ataupun menghujat nasehat kebaikan yang diberikan kepada Anda" dalam salah satu episode Mario Teguh Golden Ways di Metro TV. Penulis pun juga pernah mendapatkan dan mendengar hujatan, sindiran ataupun hinaan, baik melalui social media ketika penulis nge-posting quote ataupun status ataupun pada saat memberikan materi training secara langsung. Salah satunya terjadi ketika penulis memberikan training kepada Mahasiswa. Ini terjadi ketika penulis diundang untuk memberikan materi hypno dalam acara AMT salah satu himpunan mahasiswa jurusan. "Halah paling cuman iso ngomong thok!, Halah demi apa dia nglakuin seperti itu, Halah gak penting, Halah teori!" dengan wajah negatif yang bisa ditebak. Dan penulis dengan tegas menyampaikan kepada mereka, "hypnospiritualtherapy tidak bisa berhasil jika tidak sungguh-sungguh, jika ada yang masih bermain-main lebih baik Anda kami persilahkan untuk tidak mengikuti sesi training ini" penulis bukannya marah akan tetapi ketegasan sikap, karena hynospiritualtherapy membutuhkan penyatuan hati dan pikiran serta fokus. Jika dihati kecilnya masih ada kekesalan, ketidakyakinan, meremehkan, ketidaktulusan hati, maka tidak akan pernah berhasil. Karena pernah suatu ketika memberikan training di acara Sanlat SNMPTN Demak, salah satu peserta pingsan dan tidak sadarkan diri, alhamdulillah bisa segera ditangani oleh tim dan tidak sampai pada tingkat kehilangan kesadaran alias gila.
Kita pun perlu menyadari bahwa para motivator, trainer, ataupun public speaker bisa berdiri dan berbicara seperti itu bukan tanpa sebab dan alasan. Mereka tidak berharap dan bermaksud untuk mendapatkan pujian, sanjungan, ataupun berlimpang materi atas apa yang mereka lakukan. Mereka sadar bahwa hidup yang mereka jalani saat ini mempunyai sejarah panjang dan penuh perjuangan. Berbagai macam kesulitan yang pernah dialami, kehampaan ataupun tekanan yang pernah dirasakan, dan perjuangan ataupun kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya merupakan alasan bagi mereka untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan dengan menyampaikan nasehat-nasehat kebaikan kepada semua orang agar bisa menjadi pelajaran berharga bagi kehidupan dan bermanfaat bagi banyak orang.

"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain"
(Sabda Nabi Muhammad Saw)
"Barangsiapa yang bersyukur atas nikmatKu maka akan kutambahkan nikmatKu, namu barangsiapa yang kufur atas nikmatKu maka baginya adzabku yang pedih"
(Al-Qur'an)

Setiap motivator, trainer, ataupun public speaker bukanlah dukun yang bisa menebak hati, pikiran, atapun perasaan orang lain, tapi lebih kepada pengalaman ketika mereka bertemu dengan banyak orang, menyampaikan materi didepan ratusan ataupun ribuan orang yang mempunyai latar belakang berbeda sehingga sedikit demi sedikit bisa membaca ataupun merasakan hati, pikiran, ataupun perasaan para peserta. Memang berat tugas menjadi seorang motivator, trainer, ataupun public speaker. Disatu sisi mereka harus tampak kuat tapi disisi yang lain mereka pun juga sebagai manusia biasa dengan segala kekurangan. Belajar kehidupan dan nasehat-nasehat dari mereka adalah suatu hal yang luar biasa. Karena kita tidak perlu melakukan kesalahan-kesalahan sama yang pernah mereka lakukan ataupun mengambil pelajaran dari semua kesulitan yang pernah mereka alami.
Setiap motivator, trainer, ataupun public speaker punya tempat dimana mereka harus menyandarkan kelelahan mereka kepada orang yang mereka percaya, cintai, dan kasihi. Merri Riana menyandarkannya pada suami tercintanya Alva Tjesandra, Mario Teguh menyandarkannya pada istri tercintanya, Ibu Lina. Meskipun pertengkaran ataupun perdebatan pasti juga dialami oleh mereka, namun karena cinta dan kasih sayang mereka berlandaskan atas cinta dan kasih sayang kepada Tuhan, maka pertengkaran ataupun perdebatan itu menjadi bumbu romantis dalam mempertahankan kebahagiaan hubungan mereka. Dan semua motivator, trainer, dan public speaker pasti selalu menyandarkan semua permasalahan kehidupan kepada Tuhan Yang Maha Mendengar dan Berkehendak. Melibatkan Tuhan dalam segala aktivitas yang dilakukan adalah sebuah kewajiban, tidak hanya para motivator, trainer, ataupun public speaker, namun kita semua sebagai manusia ciptaanNya juga wajib bersandar kepada Tuhan dalam segala hal.
"Berdoalah hanya kepadaKu(Tuhan), niscaya akan aku kabulkan"
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaKu"
(Al-Qur'an)

Quote #4 : The Miracle of Giving Love

"....jika saat ini ataupun suatu saat nanti kita merasa bahwa Tuhan telah mempertemukan kita dengan seorang yang tepat untuk sepenuhnya kita cintai maka kita berhak memilih untuk berbahagia dan setia menua bersamanya. Kemudian kita pun juga berhak melupakan serta mengabaikan pilihan lain yang pernah hadir dalam kehidupan kita agar mereka juga segera menemukan kebahagiaannya..."

Quote #3 : The Miracle of Giving Love

"....kita boleh melupakan ataupun mengabaikan orang-orang yang ingin kita lupakan ataupun abaikan, akan tetapi jangan sampai kita melupakan ataupun mengabaikan perintah dan tanggungjawab kita kepada Tuhan Yang Maha Berkehendak..."

Rasa Syukur #part11



Mbak Dian pelanggan krupuk, setiap bulan order 5-6 bungkus krupuk mentah(plastik bungkusan merah), beliaulah yang berjasa dan menjadi saksi dalam hidup penulis mengawali karir wirausaha dengan berjualan krupuk di kampus